Diuji di dapur sungguhan ✦ Ditulis untuk dapur Anda

Manakish Za'atar Flatbread

95 mnt4 porsi
Diuji di dapur KitchenMindDiperbarui September 2026

Manakish adalah roti pipih Levantin yang disantap seluruh kawasan untuk sarapan: bulatan lembut dari adonan beragi, ditekan dengan ujung jari dan diolesi za'atar yang dicairkan dengan minyak zaitun, dipanggang panas dan cepat sampai pinggirannya mengembang dan atasannya memadat. Tidak ada isian dan tidak ada pembentukan yang rumit — adonan tercampur dalam hitungan menit, mengembang sendiri sekitar satu jam, dan setiap roti matang dalam 5 sampai 7 menit pada 240°C. Persiapan sekitar 20 menit, sebagian besar tanpa disentuh.

Masak sekarang
Persiapan
20 mnt
Memasak
15 mnt
Total
95 mnt
Waktu tambahan
60 mnt
Porsi
4

Bahan-bahan

Porsi4 porsi
Mengubah porsi memperbarui jumlah bahan secara otomatis

Bahan-bahan

Manakish Za'atar Flatbread
Dari dapur kami

Metode

Langkah jelas · tanyakan apa pun yang Anda suka

0 dari 9 langkah selesai

Di mangkuk besar, campur 300 g tepung, 1 sdt ragi instan, 1 sdt gula, dan 1/2 sdt garam. Tuang 180 ml air hangat, sekitar 40°C, dan 1 sdm minyak zaitun, lalu aduk dengan sendok kayu sampai terbentuk adonan kasar dan tidak ada tepung kering tersisa di dasar mangkuk. Air siap ketika terasa hangat nyaman di pergelangan tangan.

air 40°C / 104°FSiap saat: gumpalan kasar, tidak ada kantong tepung kering, adonan baru saja menyatu
Manakish Za'atar Flatbread

Keluarkan adonan ke permukaan yang ditaburi sedikit tepung dan uleni sekitar 8 menit, sampai halus dan elastis. Tambahkan tepung sesendok teh demi sesendok teh hanya jika sangat lengket, dan jika terasa kering dan menolak, basahi tangan Anda daripada menuang air. Adonan yang lembut dan sedikit lengket memanggang menjadi roti; yang kaku menjadi kerupuk.

Siap saat: halus dan elastis, perlahan kembali saat ditekan, lembut dan sedikit lengket alih-alih kaku
Manakish Za'atar Flatbread

Olesi tipis mangkuk bersih dengan minyak zaitun, putar adonan di dalamnya hingga terlapisi, tutup dengan kain lembap dan biarkan di tempat hangat — 24 sampai 26°C ideal — sekitar 1 jam, sampai volumenya dua kali lipat. Nilai adonannya, bukan jamnya: jika belum dua kali lipat, beri 15 menit lagi.

Siap saat: volume dua kali lipat; sentuhan jari ringan kembali perlahan
Manakish Za'atar Flatbread

Taruh loyang atau batu pizza di rak dalam oven dan panaskan sampai 240°C. Biarkan permukaannya panas sepenuhnya setidaknya 15 menit, lebih lama jika bisa: saat adonan mendarat di loyang yang benar-benar panas, bagian bawahnya memadat, pinggirannya mengembang, dan alasnya menjadi renyah. Loyang yang hangat-hangat kuku memanggang roti pucat dengan alas lembut.

oven 240°C / 464°FSiap saat: batu atau loyang benar-benar panas dan memancarkan panas; setetes air mendesis saat menyentuh

Di mangkuk kecil, campur 3 sdm za'atar dengan sisa 2 sdm minyak zaitun dan sisa 1/2 sdt garam menjadi pasta yang mudah dioles. Bentuknya harus seperti pasir basah dan menahan alur lembut saat sendok Anda tarik melaluinya; jika kering dan bergumpal, tambahkan beberapa tetes minyak lagi, dan jika terlalu cair, aduk sejumput za'atar lagi.

Siap saat: tebal tapi mudah dioles, menahan alur, tidak kering dan tidak berminyak

Tinju adonan yang sudah mengembang dan bagi menjadi 4 bagian sama besar. Di permukaan yang ditaburi sedikit tepung, gilas tiap bagian menjadi lingkaran setebal sekitar 1/2 cm, putar adonan seperempat putaran di antara gilasan agar bulatannya rata. Jaga tekanan tetap ringan: adonan yang robek atau ditekan terlalu keras kehilangan udara di remahnya.

Siap saat: empat bulatan rata, setebal setengah sentimeter, tanpa robekan

Oleskan seperempat campuran za'atar secara merata di atas setiap lingkaran adonan, sisakan tepi kecil adonan tanpa olesan. Jaga lapisannya tipis dan rata — itulah yang membuat roti matang sampai dalam dan atasan memadat, sedangkan selimut tebal memerangkap uap dan meninggalkan bagian tengah pucat dan lembap.

Siap saat: lapisan pasta tipis dan rata, tepi polos kecil, tanpa gumpalan tebal

Geser roti ke loyang atau batu yang panas dan panggang 5 sampai 7 menit, sampai pinggirannya keemasan dan alasnya renyah. Panggang satu atau dua sekaligus jika permukaan Anda kecil, dan awasi dengan saksama setelah 5 menit: pada 240°C adonan tipis berubah dari keemasan menjadi hangus dalam kurang dari satu menit.

oven 240°C / 464°FSiap saat: pinggiran keemasan, alas renyah yang berbunyi kosong saat diketuk, atasan memadat dan berkilau, wijen tidak menghitam

Keluarkan roti dan sajikan hangat, sendiri atau dengan sayuran segar dan zaitun. Manakish paling enak dalam sekitar 10 menit dari oven, saat alasnya masih renyah dan za'atar beraroma timi dan wijen; dinginkan sisa roti di rak kawat agar uapnya keluar dan alasnya tetap kokoh.

Siap saat: hangat dan beralskan renyah, atasan harum dan memadat
Manakish Za'atar Flatbread
Manakish Za'atar Flatbread — from the KitchenMind photo set

Mengapa resep ini berhasil

Metodenya berdiri di atas dua gagasan. Yang pertama adalah permukaan panas: loyang atau batu yang dipanaskan sampai 240°C menghantam adonan dengan ledakan panas dari bawah, sehingga bagian bawah memadat dan renyah sebelum bagian dalam kehilangan kelembapannya — dipanggang di loyang dingin, roti justru mengering ke arah kerupuk. Yang kedua adalah pasta. Za'atar adalah campuran timi kering, sumac, dan wijen sangrai, dan rasanya butuh pembawa: dicampur minyak zaitun menjadi lapisan tipis yang mudah dioles, atasan itu meresap ke permukaan dan memanggang menjadi kerak padat yang harum, sementara selimut pasta yang tebal memerangkap uap di bawah minyak dan menghanguskan wijen sebelum bagian tengahnya matang.

Peralatan

  • Mangkuk pencampur besar
  • Sendok kayu
  • Penggilas adonan
  • Kain bersih yang lembap
  • Batu pizza atau loyang panggang tebal
  • Kertas roti
  • Rak kawat

Tips koki

Tips koki

  • Campur pasta za'atar selagi oven memanas: beberapa menit berdiam membuat wijen dan sumac meresap ke minyak, dan atasan terasa lebih bulat rasanya.
  • Manakish asli berlubang-lubang kecil, bukan mulus: tekan seluruh permukaan bulatan dengan ujung jari sebelum diolesi. Lekukan dangkal menangkap minyak dan mencegahnya mengalir lewat tepi.
  • Tetaplah dekat oven pada 2 menit terakhir. Jendela 5 sampai 7 menit itu nyata; jika oven Anda panas, angkat pada menit ke-5, dan jika kurang panas, beri loyang waktu pemanasan penuh dan tambahkan satu menit.
  • Dinginkan di rak kawat, jangan di piring: uap yang terperangkap melembutkan alas yang renyah dalam hitungan menit, dan roti hangat yang ditumpuk adalah beda antara renyah dan lembek.
  • Timbang tepungnya jika bisa. Adonan ini cukup kecil sehingga tangan yang berat dengan gelas ukur membuat roti lembut menjadi padat dan keras.

Kesalahan umum

  • Roti kering dan keras: terlalu banyak tepung masuk saat menguleni, atau roti dipanggang melewati 7 menit. Jaga adonan tetap lembut dan sedikit lengket, gilas setebal 1/2 cm, dan angkat roti begitu pinggirannya keemasan.
  • Bagian tengah becek atau beruap: pasta za'atar dioles terlalu tebal, atau permukaan oven tidak cukup panas. Gunakan lapisan tipis yang rata dan panaskan loyang atau batu setidaknya 15 menit pada 240°C.
  • Alas pucat dan lembut: roti mendarat di loyang dingin atau baru hangat, sering karena loyang ditarik keluar untuk memuatnya. Geser dengan cepat, atau gunakan pele atau sisi belakang loyang kedua, agar permukaan panas tidak pernah mendingin.
  • Atasan hangus di atas bagian tengah yang mentah: loyang terlalu dekat dengan elemen atas, atau memanggangnya kelamaan. Panggang di rak tengah, periksa pada menit ke-5, dan ingat wijen yang hangus membuat seluruh roti pahit — angkat sedikit lebih awal daripada terlambat.
  • Bulatan pipih dan padat yang tak pernah mengembang: adonan tidak benar-benar dua kali lipat, raginya tua, atau potongan yang dibentuk terlalu keras ditinjukan. Tunggu pengembangan yang benar pada 24 sampai 26°C dan gilas dengan tangan ringan.
  • Roti keras dan alot: adonan kaku. 180 ml air untuk 300 g tepung menghasilkan adonan lembut yang mudah digilas — tambahkan tepung ekstra hanya sesendok teh demi sesendok teh jika benar-benar lengket, dan jangan pernah menuangnya kira-kira.

Saran penyajian

  • Sajikan hangat dan lipat: cara klasiknya dilipat dua dengan irisan tomat, mentimun, daun mint, dan beberapa zaitun di sisinya.
  • Ini sarapan, bukan lauk: di Levant, manakish adalah roti pagi, disantap beberapa menit dari oven dengan teh kental atau segelas air dingin berdaun mint.
  • Untuk meja mezze, potong setiap roti menjadi potongan-potongan dan sajikan di samping hummus, baba ghanoush, dan acar.
  • Perhitungkan satu roti per orang seperti tertulis; paling enak segar, tapi sisanya menghangat kembali dengan indah di wajan kering atau oven panas, jadi adonan dua kali jarang terbuang.

Variasi

  • Manakish keju, atasan yang berbeda: ganti za'atar dengan akkawi yang diremukkan atau mozzarella rendah air yang diparut, ditiriskan dan dikeringkan dengan tisu, lalu panggang seperti tertulis; kejunya harus meleleh dan memerah, bukan berenang di air dadihnya.
  • Separuh gandum utuh, remah lebih berasa kacang: ganti separuh tepung serbaguna dengan gandum utuh dan tambahkan sedikit air; rotinya jadi lebih padat dan membumi, yang sanggup menerima za'atar yang banyak.
  • Manakish wajan, tanpa oven: masak di wajan tebal kering dengan api sedang-besar selama 2 sampai 3 menit per sisi, tutup pada menit pertama agar atasannya hangat merata. Alasnya menjadi renyah, meski bagian atasnya sedikit lebih lembut daripada yang dipanggang di oven.

Kulkas

  • KulkasDinginkan sepenuhnya di rak kawat, lalu simpan di wadah kedap udara atau kantong zip di suhu ruang hingga 2 hari, dengan selembar kertas roti di antara lapisan agar tidak menempel. Di lemari es tahan hingga 4 hari; setelah itu cepat keras.
  • MenghangatkanPanaskan lagi di oven 180°C selama 4 sampai 5 menit langsung di rak, atau di wajan kering dengan api sedang 1 sampai 2 menit per sisi. Keduanya mengembalikan alas yang renyah jauh lebih baik daripada microwave, yang menghasilkan roti lembut dan alot.
  • PembekuanBungkus setiap roti rapat-rapat dengan aluminium foil dan bekukan hingga 2 bulan; cairkan di suhu ruang selama 30 menit, lalu segarkan di oven seperti di atas. Atasannya bertahan baik saat dibekukan, dan menghangatkan kembali mendekatkan teksturnya ke yang segar.
  • Siapkan lebih awalAdonannya bisa dibuat hingga 24 jam sebelumnya: setelah pengembangan pertama, tinju adonan, tutup mangkuk, dan simpan di lemari es. Diamkan di suhu ruang selama 30 menit sebelum dibentuk, karena adonan dingin mudah robek dan menyusut. Atau panggang roti lebih awal dan hangatkan kembali sesaat sebelum disajikan.

Diperbarui:

Bagaimana resep ini dikembangkan
  • The Mediterranean Dish za'atar manaqish (fingertip dimples hold the topping, the baking sheet heats with the oven, the topping firms as it settles out of the oven, served warm with vegetables and olives)
  • Feel Good Foodie zaatar manakeesh (za'atar mixed with olive oil to a pesto-like spread — too much oil leaks while too much spice tastes overpowering — mixed while the dough rises and spread to a small border)
  • King Arthur Baking on yeast and dough temperature (ideal wheat dough temperature 75 to 78°F / 24 to 26°C; water at 49°C / 120°F or above begins to kill the yeast)

Referensi editorial disimpan secara internal untuk verifikasi. Halaman ini tidak mengklaim sertifikasi eksternal atau pengujian profesional.

FAQ

Pertanyaan nyata, jawaban lugas

Kenapa manakish saya kering dan keras?

Biasanya terlalu banyak tepung masuk ke adonan saat menguleni, atau rotinya dipanggang melewati 7 menit. Tambahkan air sesendok teh demi sesendok teh hanya sampai adonannya lembut dan sedikit lengket, angkat roti begitu pinggirannya keemasan, dan dinginkan di bawah kain bersih agar tidak mengering di rak.

Bisakah adonan dibuat lebih awal?

Bisa. Setelah pengembangan pertama, tinju adonan, tutup mangkuk, dan simpan di lemari es hingga 24 jam. Diamkan di suhu ruang selama 30 menit sebelum dibagi dan digilas, karena adonan dingin robek dan menyusut saat dibentuk.

Bagaimana saya tahu rotinya sudah matang sepenuhnya?

Cari pinggiran keemasan, alas yang renyah dan kokoh yang berbunyi kosong saat diketuk, dan atasan yang tampak memadat, bukan mengilap dan basah. Pada 240°C itu perlu 5 sampai 7 menit; jika bagian atas masih pucat sementara alasnya kecokelatan, pindahkan loyang ke rak lebih tinggi untuk satu menit terakhir.

Kenapa roti saya becek di tengah?

Entah pasta za'atar terlalu berminyak, atau oven dan permukaan memanggangnya tidak cukup panas. Gunakan 2 sdm minyak zaitun sepenuhnya tetapi oleskan sebagai lapisan tipis dan rata, panaskan loyang atau batu setidaknya 15 menit, dan jaga lingkaran tetap setebal 1/2 cm — adonan lebih tebal memerangkap kelembapan.

Bisakah manakish dimasak tanpa oven?

Bisa. Masak di wajan besi tuang atau wajan tebal yang kering dengan api sedang-besar selama 2 sampai 3 menit per sisi, tekan perlahan dengan spatula. Tutup wajan pada menit pertama agar atasannya hangat merata, lalu buka tutupnya agar alasnya renyah; hasilnya lebih lembut daripada versi oven tapi tetap enak.

Bagaimana mencegah atasan tergelincir dari roti?

Oleskan lapisan tipis dan rata lalu tekan perlahan ke permukaannya, hanya menyisakan tepi kecil adonan polos. Pastanya memadat saat roti dipanggang, dan makin kokoh dalam satu atau dua menit saat roti beristirahat setelah keluar dari oven, jadi beri ia momen itu sebelum dilipat atau dipotong.

Apakah manakish vegan?

Seperti tertulis, ya. Adonannya tepung, ragi, gula, garam, air hangat, dan minyak zaitun, dan atasannya za'atar yang dicampur minyak zaitun — tidak ada susu dan telur di mana pun. Hanya variasi berkeju dan lauk berbasis yogurt yang membuatnya tidak vegan.

Ask KitchenMind about this recipe

Tell it what’s different tonight — it works within the actual recipe.